Author Archives: adminLSPAI

Tatap 2019, LSP-AI gelar Rapat Kerja

Category : Uncategorized

Jakarta, Menutup tahun 2018, LSP Akuakultur Indonesia (AI) menggelar Rapat Akhir Tahun bersama Dewan Pengarah dan jajaran pengurus LSP pada Kamis, 27 Desember 2018 di Kantor LSP-AI, Jl Raya Bogor KM 33,5 Cimanggis Depok. LSP AI selaku lembaga yang telah diberi wewenang oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mempunyai salah satu  tugas penting untuk menyediakan tenaga kerja kompeten. Tugas ini sesunggunnya mempunyai peranan penting dan strategis sekaligus menjadi tantangan untuk mendorong seluruh industri di sektor Akuakultur kedepan untuk melakukan rekruitmen tenaga kerja berbasis kompetensi bukan hanya berbasis ijazah semata. Opsi berbasis kompetensi memiliki nilai tawar lebih dalam menjamin mutu tenaga kerja Indonesia, sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja dinegara lain, terang Yushinta Fujaya selaku Wakil Direktur LSP-AI.

Oleh karena itu, kredibilitas LSP menjadi tolak ukur dari penjaminan mutu tenaga kerja Indonesia untuk dapat bersaing di pasar kerja. Hal ini dikarenakan LSP telah diberi kewenangan oleh BNSP untuk mengeluarkan sertifikat yang menyatakan tenaga kerja itu benar-benar kompeten dalam bidang profesinya, imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang Murtiyoso selaku anggota Dewan Pengarah LSP-AI berpendapat bahwa pengakuan dari industry sangatlah penting, karena pada akhirnya pengguna (user) dari seluruh tenaga kerja bersertifikasi itu adalah industri.  Oleh karea itu, LSP harus terus berupaya memperkuat diri secara kelembagaan, memastikan apa yang ditawarkan oleh LSP agar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh industri, apalagi sektor perikanan juga bagian dari salah satu sektor prioritas MEA, tentu kedepan kebutuhan tenaga kerja sangatlah besar, imbuhnya.

Salah satu hasil keputusan dalam rapat tersebut bahwa, tahun 2019 LSP-AI akan menambah ruang lingkup uji yang awalnya hanya lingkup skema udang, kedepan segera akan disiapkan skema untuk ikan hias, mutiara dan ikan konsumsi.


Perkuat SDM Akuakultur, LSP-AI gelar Uji Kompetensi

Category : Uncategorized

Semarang, Dalam rangka mendukung tersedianya SDM Akuakultur yang kompeten di Indonesia, baru- baru ini LSP Akuakultur Indonesia (AI) bekerjsama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan BRSDM Kementerian Perikanan Kelautan menyelenggarakan uji kompetensi bagi para tenaga kerja tambak dan para calon tenaga kerja Akuakultur. Sebanyak 275 peserta ikut dalam kegiatan ini, yang tersebear pelaksanaan ujinya di Banyuwangi, Banda Aceh, Lampung dan Pekalongan.

Sejumlah 14 orang asesor yang berkompeten secara teknis, diterjunkan untuk melaksanakan uji kompetensi tersebut. Skema yang diujikan yaitu 1) Operator Tambak Udang, 2) Teknisi Pembenihan Udang, 3) Teknisi Pembesaran Udang dan 4) Teknisi Pengelolaan Pakan Udang. LSP-AI yang telah diberi wewenang oleh BNSP untuk menyelenggarakan program sertifikasi, mempunyai peran strategis di tengah diberlakukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kita perlu mengambil bagian dalam momentum ini untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten,” papar Nurhidayat selaku Manajer Sertifikasi LSP-AI.

“Makanya tenaga kerja dan atau calon tenaga kerja perlu kita assessment disesuaikan dengan kerangka Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), apakah layak dinyatakan kompeten atau belum, itulah tugas LSP untuk mengkonfirmasi,” imbunya. Menurut Supono salah satu Asesor menyampaikan bahwa sekarang tenaga kerja kalau nggak punya sertifikat kompetensi susah masuk pasar kerja, eranya sekarang bersertifikasi kompetensi untuk membuktikan bahwa Anda, kita itu kompeten atau belum. Bagi kami ini juga tantangan untuk menyatakan seseorang itu kompeten atau belum, tapi momentum kedepan begitu apalagi perikanan merupakan salah satu sektor yang masuk sektor prioritas dalam MEA, tambahnya.

Seseorang yang dinyatakan KOMPETEN akan diterbitkan sertifikat oleh LSP yang menerangkan bahwa yang bersangkutan telah kompeten dalam pekerjaan tertentu. Sertifikat ini berlaku nasional, karena disitu tertera logo Garuda Emas. Masa berlaku sertifikat itu pun juga terbatas hanya 3 (tiga) tahun, hal ini logis bahwa kompetensi harus sejalan dengan perkembangan teknologi pada zamanya, imbuhnya. (SNK)


Selayang Sertifikasi Kompetensi

Category : Uncategorized

Pentingnya Kapasitas SDM
Faktor kunci keberhasilan pengembangan bangsa terletak pada tingkat kualitas sumber daya manusia. Dasar pemikiran yang melatari konsep ini adalah hanya orang yang kompeten dan handal yang dapat mengerahkan semua sumber daya yang tersedia dan selanjutnya memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Hal ini menjadi alasan utama mengapa konsitutusi telah menetapkan minimal 20% dari total anggaran tahunan nasional yang harus dialokasikan untuk tujuan pendidikan. Hal ini berarti bahwa proses pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi yang kompeten dan berkapasitas menjadi agenda prioritas utama nasional pada saat ini.

LSP sebagai lembaga strategis
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) merupakan badan independen yang bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja. LSP Akuakultur Indonesia sebagai salah satu LSP bidang Akuakultur yang telah mendapat otoritas dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk melaksanakan program sertifikasi berdasarkan nomor lisensi BNSP-LSP-445-ID. Pembentukan LSP merupakan bagian integral  dari pengembangan paradigm baru dalam sistem penyiapan tenaga kerja yang berkualitas. Paradigma tersebut berdasarkan prinsip, pertama, penyiapan tenaga kerja didasarkan atas kebutuhan pengguna (demand-driven). Kedua, memastikan lembaga diklat (perguruan tinggi, BLK) sebagai wahana penyiapan tenaga kerja dilakukan dengan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi (competency based training/CBT).